Scaloni says suffering is in Argentina’s DNA after extra-time win over Switzerland

3 weeks ago  ·  3 min read
By Daniel Miller - bdbusinessdaily.com
scaloni_0-26

Scaloni: Rasa Sakit dalam DNA Argentina Setelah Kemenangan Babak Tambahan Waktu

Bdbusinessdaily.com – Pada pertandingan perempat final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Switzerland, tim berjuluk La Albiceleste menunjukkan ketangguhan mereka dalam menghadapi situasi sulit. Kemenangan 3-1 melawan Swiss, setelah babak tambahan waktu, menjadi bukti bahwa spirit dan ketahanan mental Argentina adalah aset besar yang terus memperkuat identitas mereka. Scaloni, pelatih Argentina, mengakui bahwa rasa sakit yang dialami tim selama perjalanan menuju babak semi final adalah bagian dari DNA Argentina. “Kami tahu akan merasa sakit, dan ini bagian daripada darah kami, bagian daripada DNA kami. Hal ini memberi rasa tenang,” katanya.

Ketangguhan dalam Tekanan

Dalam perjalanan ke semi final, Argentina telah melewati berbagai tantangan. Mereka sempat tertinggal 2-0 melawan Mesir di babak 16 besar hingga menit ke-79, lalu bangkit dengan kejutan gol penyamaan. Pada babak 32, mereka juga melewati keunggulan Cape Verde dua kali sebelum akhirnya mengakhiri pertandingan. Scaloni menekankan bahwa kemampuan tim untuk tetap percaya diri di bawah tekanan adalah keunggulan yang tidak bisa diremehkan. “Kami telah belajar bahwa dalam permainan sulit, rasa sakit adalah bagian dari proses. Kami mampu menghadapinya karena DNA Argentina memang dirancang untuk bertahan,” ujarnya.

Scaloni juga menyebutkan bahwa pengalaman di Qatar 2022, di mana Argentina meraih gelar juara dengan kemenangan babak penalti melawan Prancis, memberikan bekal penting bagi pemain. “Situasi seperti itu sangat sulit, tapi sekarang kami lebih matang karena tahu bagaimana rasanya tertekan oleh lawan, memperoleh gol penyamaan, dan tetap tenang. Hari ini, kami bisa tetap tenang,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa pemain Argentina tidak hanya memainkan permainan teknis, tetapi juga membangun mentalitas yang tangguh dalam tekanan.

Pengalaman Pemain dan Strategi Tim

Pertandingan melawan Switzerland menunjukkan bahwa Argentina memiliki strategi yang matang untuk menghadapi lawan tangguh. Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak dua gol di babak tambahan waktu, membantu tim meraih kemenangan dramatis. Scaloni menjelaskan bahwa lawan ini sangat kuat, sulit untuk menang duel, dan mengumpulkan lebih dari lima atau enam umpan berturut-turut. “Mereka berjuang keras di berbagai area lapangan, dan kami mengalami cukup banyak kesulitan,” ujarnya. Namun, ketangguhan Argentina dalam mengatasi hambatan ini terbukti menjadi kunci keberhasilan.

Scaloni menyoroti peran Alexis Mac Allister dalam pertandingan ini, yang mencetak gol dari umpan Lionel Messi. “Mac Allister adalah salah satu pemain terhebat. Semua pujian harus diberikan kepadanya karena kerja kerasnya,” kata Scaloni. Penampilan Mac Allister di situasi tendangan bebas juga menunjukkan bagaimana Argentina mengubah tekanan menjadi peluang. Ini merupakan contoh nyata dari bagaimana rasa sakit yang mereka alami dalam pertandingan sebelumnya menjadi kekuatan di babak akhir.

Keberhasilan Argentina mencapai semi final ke-6 dalam enam edisi terakhir Piala Dunia menegaskan bahwa mereka adalah tim yang mampu beradaptasi dan tumbuh dari pengalaman sulit. Scaloni menekankan bahwa kampanye ini mungkin diingat lebih karena ketangguhan mereka daripada permainan yang mengalir. “Saya belum berpikir tentang hal ini, tapi ini patut dibanggakan,” ujarnya. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa Scaloni says suffering is in Argentina bukan sekadar fakta, tetapi juga cara tim mereka menghadapi tantangan sepanjang perjalanan.

Scaloni menegaskan bahwa mencapai semi final membutuhkan pengorbanan yang berat. “Kamu harus merasa sakit, kamu harus melewati itu,” katanya. Hal ini mencerminkan sikap mental dan dedikasi pemain Argentina yang terus-menerus menghadapi tekanan. Ketangguhan mereka tidak hanya menciptakan momentum, tetapi juga menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh. Dengan kemenangan melawan Switzerland, Argentina kembali menegaskan bahwa Scaloni says suffering is in Argentina adalah bagian dari identitas mereka, baik dalam olahraga maupun dalam perjalanan sejarah.

Scaloni juga memprediksi bahwa keberhasilan ini akan menjadi bagian dari legenda sepak bola Argentina. “Kami tidak hanya menang, tetapi kami melewati rasa sakit yang luar biasa untuk mencapai titik ini. Ini adalah bukti bahwa DNA Argentina tidak pernah mengecewakan,” tuturnya. Dengan keberhasilan di babak tambahan waktu, tim ini menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi juara jika terus mempertahankan mentalitas dan kepercayaan diri yang mereka bangun selama pertandingan sebelumnya.

MORE FROM THIS CATEGORY