PM’s visit to draw more magnificent blueprint for development of Dhaka-Beijing relations: Ambassador Yao

1 month ago  ·  3 min read
By Mary Hernandez - bdbusinessdaily.com
chinese_ambassador-22

Kunjungan PM Membawa Visi Baru untuk Pengembangan Hubungan Dhaka-Beijing: Duta Besar Yao

Bdbusinessdaily.com – Kunjungan resmi Perdana Menteri Bangladesh ke Tiongkok pada 23–26 Juni ini diharapkan mendorong pembentukan “blueprint pengembangan yang lebih gemilang” dalam hubungan bilateral antara kedua negara, menurut Duta Besar Tiongkok untuk Bangladesh, Yao Wen. “PM s visit to draw akan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama strategis dan memperluas peluang tumbuh bersama di era globalisasi saat ini,” kata Duta Besar Yao dalam pidatonya sebelum keberangkatan PM. Kunjungan ini juga dianggap sebagai langkah yang membawa momentum baru dalam menegakkan komitmen politik dan ekonomi yang selama ini terjalin baik antara Bangladesh dan Tiongkok.

“Dengan PM s visit to draw, kita akan menciptakan kerja sama yang lebih berkelanjutan, yang tidak hanya memperbaiki fondasi ekonomi kedua negara tetapi juga mencerminkan kepercayaan politik yang lebih kuat antar pemimpin. Kedua negara akan terus bergerak bersama dalam menghadapi tantangan internasional, menciptakan kontribusi besar bagi kemakmuran Asia dan stabilitas dunia,” tambah Duta Besar Yao dalam pidatonya.

Menurut Duta Besar, kunjungan ini akan menjadi ajang pertukaran ide yang mendalam antara pemimpin kedua negara, termasuk diskusi tentang isu kritis seperti ekonomi hijau, investasi, serta pengembangan kerja sama di berbagai sektor. “Kunjungan PM s visit to draw akan membuka jalan bagi peningkatan signifikan dalam komitmen strategis, yang diperkuat oleh kerja sama antar pemerintah dan masyarakat,” jelasnya. Pemimpin Tiongkok juga menekankan bahwa kunjungan ini bertujuan mempercepat percepatan pembangunan ekonomi dan memperkuat hubungan kemitraan yang lebih dalam.

Politik: Membangun Kepercayaan yang Kuat

Duta Besar Yao menyoroti bahwa kunjungan PM s visit to draw akan menjadi platform untuk meningkatkan kepercayaan politik antara Bangladesh dan Tiongkok, yang merupakan fondasi utama bagi kerja sama bilateral. “Perdana Menteri Tarique Rahman dan pemimpin Tiongkok akan menjajaki arah kemitraan yang lebih berkualitas, memastikan hubungan antar negara berkembang terus bergerak ke arah yang lebih solid,” kata Duta Besar. Ia menambahkan bahwa keberhasilan komunikasi tingkat tinggi selama kunjungan ini akan memberikan peluang baru untuk menegakkan kerja sama dalam urusan politik, diplomatik, dan keamanan.

Ekonomi: Memperluas Kerja Sama Praktis

Kunjungan PM s visit to draw juga diharapkan memperkuat kerja sama ekonomi yang mencakup sektor-sektor utama seperti investasi, perdagangan, serta pengembangan bisnis. Duta Besar Yao mengatakan bahwa Tiongkok terus mengusahakan untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral, termasuk kebijakan fiskal dan ekonomi hijau yang menjadi fokus utama. “Kunjungan ini akan memberikan peluang untuk menciptakan proyek-proyek kolaboratif yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, terutama dalam bidang infrastruktur dan teknologi,” tambahnya. Duta Besar juga menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Bangladesh melalui investasi langsung dan bantuan teknis.

Kerja sama dalam bidang ekonomi tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga mencakup pertukaran teknologi dan peningkatan kapasitas manusia. Duta Besar Yao menyebutkan bahwa pemerintah Tiongkok telah mengidentifikasi beberapa bidang kunci untuk pengembangan jangka panjang, termasuk energi terbarukan dan manufaktur. “Kunjungan PM s visit to draw akan menjadi momentum untuk menjajaki kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan, yang memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara,” jelasnya. Ia menekankan bahwa upaya ini bertujuan memperkuat konsensus di bidang ekonomi, yang menjadi prioritas utama dalam kerja sama bilateral.

Duta Besar Tiongkok juga menyoroti bahwa hubungan diplomatik antara Bangladesh dan Tiongkok berawal pada 4 Oktober 1975, yang menjadi fondasi awal untuk kerja sama antar negara. Sejak itu, banyak langkah strategis telah dilakukan, termasuk kunjungan perdana PM Ziaur Rahman ke Tiongkok pada Januari 1977 sebagai pemimpin militer. Duta Besar menegaskan bahwa dukungan Tiongkok selama periode kemerdekaan Bangladesh telah membentuk fondasi kuat bagi hubungan bilateral yang terus berkembang.

Kunjungan PM s visit to draw akan menjadi bentuk konkret dari komitmen tersebut. Duta Besar Yao menyatakan bahwa pihak Tiongkok berharap dapat meluncurkan beberapa proyek kerja sama baru dalam bidang pendidikan, budaya, dan pariwisata. “Kunjungan ini akan mendorong percepatan pembangunan kerja sama yang lebih beragam, menciptakan ikatan sosial dan ekonomi yang lebih kuat antara rakyat kedua negara,” katanya. Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, para pemimpin akan menegaskan komitmen untuk meningkatkan kapasitas pertukaran budaya dan mendorong kemitraan generasi muda dalam menegakkan hubungan bilateral.

MORE FROM THIS CATEGORY